Sponsor Ads   X  
Sponsor Ads   X  

18/01/2010

SEKILAS KEPEMIMPINAN

Bebicara tentang pemimpin,ataupun segala hal yang berkaitan dengan pemimpin adalah merupakan salah satu topik terhangat yang sering dibahas oleh banyak orang dalam berbagai kesempatan.
Bahkan tidak jarang juga dalam event-event tertentu,ataupun pada media-media komunikasi yang kerapkali membahas/menyampaikan informasi terkait seputar kepemimpinan.

Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki daya pengaruh yang kuat dalam dirinya dan telah dipercaya untuk dapat mengatur ataupun mengendalikan segala kegiatan yang ada dalam suatu kelompok/lembaga/organisasi.
Dalam setiap kelompok kegiatan di bidang apapun,peran penting dan kinerja seorang pemimpin adalah yang akan menentukan sejauh mana tingkat keberhasilan akan dapat dicapai,karena peran seorang pemimpin dalam suatu kelompok adalah ibarat motor penggerak dalam sebuah mesin yang berfungsi menggerakan seluruh elemen sehingga mesin tersebut akan dapat beraktifitas dengan baik.
Tanpa ada pemimpin dalam suatu kelompok kegiatan maka sama saja artinya dengan sebuah mesin tanpa motor penggerak,sehingga mesin tersebut hanya akan dapat bergerak/melakukan gerakan yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Dan tentunya sangatlah kecil kemungkinan akan dapat mencapai tujuan dari terbentuknya kelompok tersebut.


Dalam konsep kepemimpinan manapun,beberapa sifat dan sikap pokok untuk dapat menjadi seorang pemimpin,antara lain:

  1. TEGAS DAN BIJAKSANA
    Tegas dan bijaksana adalah salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki seseorang untuk dapat dijadikan seorang pemimpin. Tegas tidak berarti kejam dan bijaksana tidak berarti lemah.
    Dalam menghadapi dan mengatasi segala masalah terkait dengan organisasi yang dipimpinya,seorang pemimpin harus bisa dan berani serta akurat dalam mengambil sebuah keputusan terbaik dengan tanpa mengabaikan norma-norma dan etika kehidupan serta tetap menghormati peraturan yang ada.
  2. ADIL DAN BENAR
    Seorang pemimpin haruslah dapat berlaku adil kepada setiap orang yang dipimpinya.
    Sebuah keadilan akan dapat tercipta dengan adanya kebenaran yang ideal secara moral mengenai segala hal. Oleh karena itu maka,demi terciptanya sebuah keadilan, seorang pemimpin haruslah selalu dapat menegakan kebenaran dengan tetap menjaga keseimbangan nilai-nilai antara hak dan kewajiban.
  3. BERANI DAN TANGGUNGJAWAB
    Seorang pemimpin hendaknya adalah seorang pemberani.
    Sebagai bentuk dari rasa tanggungjawab besar maka, seorang pemimpin harus berani bertindak untuk mengatasi/menghadapi segala masalah yang berpotensi menghambat perjalanan untuk tercapainya tujuan dari kelompok yang dipimpinnya. Dan dengan keberanianya tersebut,seorang pemimpin hendaknya tetaplah bertindak pada jalur-jalur yang ada serta tetap mengedepankan fungsi-fungsi kepemimpin sebagaimana mestinya.
    Dengan demikian,sebuah kemenangan yang diraihnya adalah sebuah kemenangan berkualitas dari hasil keberanian yang berkualitas pula.

Beberapa hal yang mendasari bagaimana seseorang akan dapat ditentukan/dipilih sebagai pemimpin adalah karena adanya:

  1. KETURUNAN
    Seseorang yang memiliki garis keturunan pemimpin dalam suatu kelompok,akan menjadi seorang pemimpin untuk meneruskan/mengganti kepemimpinan pada periode berikutnya. Hal ini akan terus berlangsung turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutya,selama kelompok tersebut masih terus berjalan.
    Seperti misalnya pada sebuah kerajaan, dimana pada umumnya seorang raja akan mewariskan kepemimpinan pada putra mahkotanya.
  2. KEMAMPUAN
    Seseorang dapat ditentukan menjadi pemimpin karena dianggap memiliki kemampuan lebih daripada yang lain.
    Sebagai contoh misalnya dalam sebuah perusahaan, dimana seorang owner akan menunjuk seseorang yang dinilai memiliki kemampuan untuk memimpin perusahaan miliknya.
  3. PENJIWAAN
    Seseorang dapat menjadi pemimpin karena terdapat jiwa kepemimpinan yang kuat dalam dirinya. Dalam hal ini,terdapat nilai kharisma yang tinggi dalam dirinya yang tidak dimiliki oleh orang lain. Sehingga, dalam berbagai kesempatan, orang seperti ini akan selalu berpotensi untuk dinomorsatukan oleh orang-orang di sekelilingnya.
    Namun demikian, jiwa kepemimpinan yang ada tetaplah harus disertai dengan kemampuan lebih juga.

Setiap orang memiliki jiwa kepemimpinan dalam dirinya,namun tidak semua orang dapat mengembangkanya dengan baik.

Lalu,seperti apakah sejatinya pemimpin yang ideal? Atau, seperti apakah idealnya pemimpin sejati?
Adalah pemimpin yang dapat menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan benar.
Adapun mengenai fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi antara lain;

  1. PERENCANAAN
    Untuk pencapaian hasil yang optimal,maka sebuah rencana sangat diperlukan sebelum adanya tindakan.
    Dalam hal ini adalah tugas seorang pemimpin memanfaatkan kepiawaianya dalam menyusun rencana.
  2. PENGGERAK
    Dalam segala pelaksanaan setiap kegiatan,pemimpin harus mampu menggerakan segenap bawahanya untuk hal-hal terkait dengan tujuan dari kelompoknya.
  3. KESIAGAAN
    Dalam mengatisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat tercapainya tujuan,seorang pemimpin harus jeli dalam hal membaca situasi,tetap siaga dan waspada dalam terhadap berbagai kemungkinan yang akan datang.
  4. KOMUNIKASI
    Untuk dapat terciptanya interaksi positif dalam menjalin hubungan dengan relasi dari berbagai pihak,seorang pemimpin harus dapat mampu menunjukan kecakapannya dalam hal berkomunikasi.
  5. SURI TELADAN
    Seorang pemimpin selalu berusaha untuk mampu membentuk dirinya sebagai teladan bagi orang-orang yang dipimpinya.
  6. MOTIVATOR
    Sebagai orang yang dinomorsatukan,selain harus membangkitkan semangat dalam dirinya,pemimpin juga harus dapat menjadi sebagai seorang penyemangat di tengah-tengah para bawahanya.
  7. PENDUKUNG
    Pemimpin harus mendukung sepenuhnya setiap pelakasanaan kegiatan yang dilakukan untuk kepentingan organisasi.
  8. PELAYANAN
    Pada prinsipnya pemimpin adalah pelayan,dimana segala arahan dan petunjuknya adalah merupakan bagian dari bentuk pelayanan kepada dirinya sendiri, kelompok,ataupun kepada orang-orang yang dipimpinya.

Pada umumnya,setiap orang mendambakan seorang pemimpin yang ideal dan sejati.
Seorang pemimpin keagamaan yang selalu dapat membimbing dan mencerahkan, Seorang pemimpin negara yang selalu memperhatikan dan mengerti akan kebutuhan rakyatnya yang terdiri dari berbagai suku dan kebudayaan yang berbeda,serta dalam tingkatan taraf hidup yang berbeda pula,Seorang pemimpin perusahaan yang tidak semena-mena dan mengerti akan hak dan kewajiban karyawanya, dll.
Namun pada kenyataanya di jaman sekarang ini,tak jarang seseorang yang telah menjadi pemimpin cenderung lebih banyak memanfaatkan titel kepemimpinanya untuk kepentingan pribadi daripada kelompok ataupun bawahanya.
Membuat aturan-aturan baru dengan dalih peraturan,memanfaatkan wewenang dengan sewenang-wenang,merendahkan bawahan, dan pada intinya segala tindakannya adalah sesuai kehendaknya dan demi kesuksesan pribadi tanpa mempedulikan hal-hal lain disekitarnya terkait dengan kepemimpinannya.


Kesimpulanya,
Seorang pemimpin harus dapat membuka jalan dan menggerakan kelompoknya untuk terus berjalan ke arah tujuan yang telah ditentukan,serta dengan tetap menciptakan dan memelihara suasana yang harmonis antara sesama anggota dalam lingkungan kelompoknya.

Ditulis oleh: Bukan Penulis
Dikarang oleh: Bukan Pengarang
Tata Bahasa:Bukan Pujangga


Silahkan baca juga yang ini:

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda

Terimakasih telah berkunjung, untuk kritik, saran, ataupun pertanyaan, silahkan berikan komentar anda disini:

 
Halaman Muka | Tentang | Kontak | Sitemap | 2008- © kakangsung All Rights Reserved